Scroll untuk baca artikel
Budaya

Mengenal Tradisi Rebbuh Bungkasen di Kampung Juklanteng Sampang

55
×

Mengenal Tradisi Rebbuh Bungkasen di Kampung Juklanteng Sampang

Sebarkan artikel ini
Antusias Warga Juklanteng Saat Menyelenggarakan Tradisi Rabbuh Bungkasen
Antusias Warga Juklanteng Saat menyelenggarakan Tradisi Rabbuh Bungkasen

Sampang – Di tengah hening malam, di Kampung Juklanteng Sampang, terdapat sebuah tradisi yang menggetarkan jiwa. Namanya adalah Rebbuh Bungkasen, dan momen ini dirayakan setiap tahun pada hari Rabu terakhir dalam kalender hijriah.

Tradisi ini mengajak seluruh masyarakat untuk keliling desa sambil bersholawat dan membaca sholawat burdah.Rebbuh Bungkasen melibatkan dua kelompok yang berpartisipasi dalam kegiatan yang dimulai pukul 19.00 dan berlangsung hingga selesai.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kelompok pertama memulai perjalanan keliling desa, melintasi daerah Jalan Mutiara, Jalan Agus Salim, Jalan Dipenogoro, hingga tiba di Jalan Permata. Sementara itu, kelompok kedua memulai perjalanan dari Jalan Dipoenegoro menuju Kamoung Pesaangan, lalu ke Kampung Surang Pati, sebelum akhirnya kembali ke Kampung Juklanteng.

Rebbuh Bungkasen adalah tradisi yang dilaksanakan setiap tahun sekali, selalu pada malam Rabu terakhir dalam kalender hijriah, yang sering disebut sebagai Rabbuh Bungkasengh. Kegiatan ini diwujudkan berkat sumbangan dari berbagai warga Juklanteng. Menurut Bapak Sadin, seorang tokoh masyarakat Sumur Dungdung, acara ini dapat terlaksana berkat dukungan antarwarga.

Rebbuh Bungkasen adalah salah satu tradisi yang paling dinantikan dan dihormati di Kampung Juklanteng. Kegiatan ini selalu diadakan pada malam Rabu terakhir dalam kalender hijriah, yang sering disebut sebagai Rabbuh Bungkasengh.

Tradisi yang sangat berkesan ini dapat terlaksana berkat dukungan antarwarga, yang dengan sukarela berpartisipasi dengan memberikan sumbangan. Pemimping spiritual kegiatan ini adalah KH Idris Abdul Rozaq, seorang ulama setempat yang mengawasi jalannya acara dengan penuh khidmat.Kecintaan masyarakat Kampung Juklanteng terhadap tradisi ini tercermin dari partisipasi ribuan warga yang hadir setiap tahunnya.

Selain warga kampung, tradisi Rebbuh Bungkasen juga diikuti oleh mereka yang datang dari kampung-kampung tetangga, seperti Kampung Banyubanger, Kampung Lehu, dan Kampung Rubaruh.

Rebbuh Bungkasen bukan sekadar acara rutin, tetapi juga merupakan salah satu cara masyarakat menguatkan ikatan sosial dan kecintaan mereka terhadap agama. Dalam setiap langkah keliling desa dan sholawat yang mereka panjatkan, terdapat kekuatan yang mengikat mereka bersama, menciptakan ikatan yang kuat di antara warga kampung yang berpartisipasi.

Semoga tradisi ini tetap terjaga dan terus memberikan makna mendalam bagi masyarakat Kampung Juklanteng Sampang.