Scroll untuk baca artikel
Berita

Peringatan 40 Hari Hj. Mimin Hariati: Ribuan Masyarakat dan Ulama Se-Madura Berdoa Bersama

84
×

Peringatan 40 Hari Hj. Mimin Hariati: Ribuan Masyarakat dan Ulama Se-Madura Berdoa Bersama

Sebarkan artikel ini
Suasana Peringatan 40 Hari, Doa Bersama, Masyarakat Madura, Peringatan Wafat, Tradisi 40 Hari, Doa Untuk Almarhumah
Suasana Peringatan 40 Hari, Doa Bersama, Masyarakat Madura, Peringatan Wafat, Tradisi 40 Hari, Doa untuk Almarhumah

Keluarga besar H. Slamet Junaidi menggelar tahlil dan doa bersama untuk mengenang 40 hari wafatnya almarhumah Hj. Mimin Hariati. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (6/07/2024) di Jl Kramat I, Kelurahan Karang Dalam, Kabupaten Sampang ini berlangsung dengan penuh khidmat.

Tahlil dan Doa Bersama di Kediaman H. Slamet Junaidi

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berbagai kalangan masyarakat berbondong-bondong hadir untuk mendoakan mendiang Hj. Mimin Hariati agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Kediaman H. Slamet Junaidi dipenuhi warga, mulai dari bagian dalam hingga halaman rumah. “Mudah-mudahan almarhum selalu dilapangkan kuburnya. Malam kepergian almarhum yang ke-40 hari ini, kita akan mendoakan almarhum agar pahalanya dapat dinikmati oleh almarhum,” ujar seorang warga.

Dukungan dari Ribuan Masyarakat dan Ulama Se-Madura

Terlihat hadir dalam acara tersebut Sultan Madura H. Her dari Pamekasan, serta para kiai, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang turut mendoakan almarhumah Hj. Mimin Hariati. Ribuan masyarakat yang hadir melantunkan doa dan membaca ayat suci Al-Quran serta sholawat, yang berlangsung dari pukul 18.30 WIB hingga 20.30 WIB.

Doa untuk Keluarga

Selain mendoakan almarhumah, masyarakat juga mendoakan H. Slamet Junaidi dan keluarganya agar diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menerima cobaan ini. “Kita juga mendoakan Abah Idi dan keluarga diberikan kesehatan, kekuatan dalam menerima cobaan ini,” tambah seorang warga.

Pentingnya Peringatan 40 Hari

Peringatan 40 hari wafat merupakan tradisi penting dalam budaya masyarakat kita, di mana keluarga dan kerabat berkumpul untuk mendoakan dan mengenang jasa serta kebaikan almarhumah selama hidupnya. Tradisi ini tidak hanya menjadi momen untuk berdoa, tetapi juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi di antara keluarga dan masyarakat.

Dengan doa dan dukungan dari banyak orang, diharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat menemukan ketenangan dan kekuatan untuk terus melanjutkan kehidupan mereka.