Tembang Macapat ( Macopat Madura )

      Media Dakwah

 

      Siapapun tidak dapat mengelak atau pun membantah tentang bukti-bukti keberhasilan para Wali Songo ketika berdakwah menyiarkan agama Islam di bumi nusantara. Keberhasilan para Wali tak terlepas dari metode yang dipergunakan pada saat itu, yaitu menggunakan media kesenian. Adapun media seni tersebut antara lain, gamelan, berbagai upacara, pertunjukan wayang ataupun menciptakan bentuk tembang (nyanyian). Untuk tembang mula-mula dipakai sebagai media untuk memuji Allah SWT (pujian keagamaan), di surau-surau sebelum didirikan shalat wajib. Tembang tersebut berbahasa Jawa, penuh sentuhan lembut dan membawa kesahduan pada jiwa.

      Tembang tersebut dinamakan tembang

Macapat

      . Selain berisi pujian kepada Tuhan Pencipta alam semesta, tembang tersebut menyampaikan ajaran, anjuran, serta ajakan untuk mencintai ilmu pengetahuan, ajakan untuk bersama-sama membenahi kerusakan moral dan budi pekerti, mencari hakekat kebenaran serta membentuk manusia ber-kepribadian dan ber-budaya. Melalui tembang

Macapat

      setiap hati manusia diketuk untuk lebih mendalami serta memahami tentang makna hidup. Lebih dalam lagi, syair-syair yang terkandung dalam tembang

Macapat

    merupakan manifestasi hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta ketergantungan manusia kepada Sang Penguasa Alam Semesta.
    Para wali yang menciptakan tembang Macapat adalah ;

 

      Sunan Giri menciptakan tembang Sinom yang berarti Nur, yaitu tentang cahaya hidup yang tak pernah tua,

 

      Sunan Majagung, tembang Maskumambang yang melambangkan ilmu,

 

    Sunan Kalijaga, menciptakan tembang Dandang Gula, berisi mengajak pada rasa manis, yaitu mengharap kebahagiaan,
      Sunan Bonang, menciptakan tembang Durma “harimau”. Harimau adalah lambang dari 4 nafsu manusia, yaitu : ego centros – nafsu angkara, polemos – nafsu mudah marah/berangasan, eros – nafsu birahi/sofia, relegios – nafsu keagamaan, kebenaran dan kejujuran,

 

      Sunan Murya, menciptakan tembang Pangkur yang melahirkan tembang pembirat, yaitu tembang yang berisi bagaimana membasmi hati yang jahat,

 

      Sunan Giri Parepen, menciptakan tembang Megatruh yang berisi ajaran meninggalkan alam kotor,

 

    Sunan Giri Jati, menciptakan tembang Pucung, melambangkan perasaan yang memuncak (rasa perasaan itu puncak kehendak).
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

Leave a Reply

Tentang Kami

Sampang Kreatif adalah website sosial berbasis Kreasi publikasi video, foto & mini infografis Kab. Sampang. . Sampang Kreatif memiliki tujuan untuk mengembangkan ekosistem sosial yang positif kepada anak muda di Sampang.

Recent Posts

Menulis Untuk Kami

Kami ingin bekerja dengan talenta kreatif, bersemangat, serta ingin mempromosikan seni budaya Kabupaten Sampang ke dunia. Berbagi hal-hal istimewa dan unik tentang daerah di Kabupaten Sampang, masyarakat, adat istiadat, lokasi wisata, dan kegiatan-kegiatan seni budaya .

Anda dapat berbagi cerita, pengalaman perjalanan, dan lainnya dalam bentuk artikel, dengan bergabung di sini.

Hubungi Kami

Silahkan menghubungi kami melalui private message

Melalui form yang berada pada bagian kanan halaman ini. Kritik dan saran Anda sangat penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan yang kami berikan kepada Anda.