<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OReng SampangPemandian Sumber Otok  &#8211; </title>
	<atom:link href="http://sampang.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sampang.web.id</link>
	<description>Media Informasi Sampang Madura Online untuk Wisata, Komunitas, Berita, Video, Musik, Travel, dan Kuliner Madura - Jawa timur - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 10:14:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Pemandian Sumber Otok</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/06/pemandian-sumber-otok.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/06/pemandian-sumber-otok.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 12:31:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata sampang]]></category>
		<category><![CDATA[pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[sampang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sampang.web.id/?p=2336</guid>
		<description><![CDATA[Terletak di Desa Taddan , Kec Camplong , ditempuh kurang lebih 4 km dari Pusat kota Sampang melalui jalur arteri... <a href="http://sampang.web.id/2011/06/pemandian-sumber-otok.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Terletak di Desa</strong> Taddan , Kec Camplong , ditempuh kurang lebih 4 km dari Pusat kota Sampang melalui jalur arteri Nasional yaitu jalan Sampang-Pamekasan .<span id="more-2362"></span>Anda dapat menikmati wisata pemandian/kolam renang sumber mata air alami yang mengandung mineral alami dilengkapi tempat berteduh dan permainan anak-anak merupakan tawaran liburan keluarga yang menarik di akhir pekan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/06/pemandian-sumber-otok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Waduk Nipah</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/06/wisata-waduk-nipah.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/06/wisata-waduk-nipah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 16:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata sampang]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[pulau madura]]></category>
		<category><![CDATA[sampang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sampang.web.id/?p=2317</guid>
		<description><![CDATA[Waduk Nipah terletak di Desa Montor Kecamatan Banyuates merupakan pembangunan Waduk baru dngan luas areal irigasi 1.150 Ha.Berjarak kurang lebih... <a href="http://sampang.web.id/2011/06/wisata-waduk-nipah.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waduk Nipah terletak di Desa Montor Kecamatan Banyuates merupakan pembangunan Waduk baru dngan luas areal irigasi 1.150 Ha.<span id="more-2317"></span>Berjarak kurang lebih 55 Km dari pusat Kota Sampang, merupakan perpaduan yang sangat menarik antara Waduk dan Wisata alam dengan Kondisi yang sangat alami , Tampak panorama lingkungan yang sangat mempesona dan layak menjadi wisata Kabupaten Sampang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/06/wisata-waduk-nipah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Madura Masa Lalu</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/06/masyarakat-madura-masa-lalu.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/06/masyarakat-madura-masa-lalu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya madura]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[pulau madura]]></category>
		<category><![CDATA[sampang]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional madura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotasampang.wordpress.com/2010/07/16/masyarakat-madura-masa-lalu</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Madura Masa Lalu Jika kita telah secara seksama kehidupan nenek moyang kita, khususnya Madura dimasa lampau sangat menarik. Walaupun... <a href="http://sampang.web.id/2011/06/masyarakat-madura-masa-lalu.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Masyarakat Madura Masa Lalu</strong></p>
<div>Jika kita telah secara seksama kehidupan nenek moyang kita, khususnya Madura dimasa lampau sangat menarik. Walaupun keadaan serba sederhana dan pola pikirnya primitif, namun mereka mampu menciptakan suasana <span id="more-461"></span>tenang dan damai. Masyarakat hidup rukun ekonominya cukup sejahtera, melakukan ibadah aman tanpa sedikitpun gangguan.</div>
<div>Keadaan alam yang masih utuh, hutan lebat, sawah dan tapak menghijau dan sangat menunjang kemakmuran ekonomi rakyat. Dalam hal mencari ilmu pada umumnya berguru pada seseorang yang dianggap uat ilmu agamanya, bertahun &#8211; tahun mereka tekun belajar ilmu selama itu pula patuh kepada sang guru segala apa yang di perintahkan. Setelah sekian lama memperdalam ilmu yang dimaksud dari alim ulama, mereka menerapkan ilmunya dengan melakukan semedi atau bertapa guna senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT Sang Maha Pencipta. Dipilihlah gua, bukit ataupun gunung sebagai tempat bertapa yang sulit dijangkau, agar tak diganggu oleh kebisingan khalayak ramai. Dengan demikian konsentrasi bermunajat lebih kuat, permohonan lebih mudah di kabulkan. Sekembalinya dari bertapa diantara mereka ada yang membaur dengan masyarakat sekitar pula yang membuka permukiman baru. Berkat upayanya yang sungguh &#8211; sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka kadar kualitasnya pun jauh berbeda dengan orang kebanyakan banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.</div>
<div><a href="http://sampang.web.id/wp-content/uploads/2011/06/madura11.png"><img class="alignleft  wp-image-2571" title="madura11" src="http://sampang.web.id/wp-content/uploads/2011/06/madura11.png" alt="madura11 Masyarakat Madura Masa Lalu" width="250" height="200" /></a>Derajatnya tinggi mempunyai kharisma dan kesaktiannya luar biasa. Bahkan apa yang mereka katakan baik peristiwa saat itu maupun kejadian yang akan datang sering terbukti dengan izin Allah &#8221; Mandhi dabhu &#8221; (bahasa Madura) dalam bahasa indonesia diartikan perkataan yang selalu terbukti. Buyut (dalam bahasa madura disebut juga <strong><em>Buju</em></strong>&#8216<img src="http://sampang.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/13.gif" style="border:none;background:none;" alt="13 Masyarakat Madura Masa Lalu"  title="Masyarakat Madura Masa Lalu" /> atau walyullah itu antara lain seperti <strong>&#8221; KHOTIB MANTOH &#8220;</strong>, <strong>&#8221; PANJI LARAS &#8220;</strong> di Madegan, <strong>&#8221; RADEN KABUL &#8220;</strong> di Kelurahan Gunung sekar, <strong>&#8221; NAPO &#8220;</strong> di kecamatan Omben, <strong>&#8221; ABDUL ALAM &#8220;</strong> di desa Prajjan kecamatan Camplong, <strong>&#8221; NYAMPLONG &#8221; </strong>di kecamatan Ketapang, <strong>&#8221; ANGGRIS &#8220;</strong> di kecamatan Robatal. Dan bagaimana kehidupan masyarakat lainnya pada jaman sampang kuno ? selain mereka khusyuk memperdalam ilmu agama mereka juga masyarakat pekerja keras mengolah hasil laut, hasil bumi dan potensi lokal yang terus mereka kembangkan menjadi penunjang ekonomi, budaya dan kesenian &#8211; kesenian daerah, terbukti dengan adanya situs &#8211; situs peninggalan, kesenian dan adat istiadat yang masih terus lestari sampai saat ini.</div>
<div>
<p>Hidup dengan kesederhanaan tak membuat masyarakat sampang kuno berkecil hati tapi mereka berusaha untuk terus membangun pribadi yang kokoh dan peradaban yang mampu di kenal hingga ke luar pulau Madura hingga sampai suatu saat banyak orang &#8211; orang dari keturunan Raja &#8211; raja ditanah Jawa menginjakkan kaki di tanah Madura khususnya sampang dengan tujuan untuk memperdalam ilmu &#8211; ilmu ataupun memperluas wilayah kerajaan, hingga akhirnya menetap dan mulai membangun kerajaan &#8211; kerajaan kecil untuk kemudian hari memerintah sampang dan cikal bakal keturunan Raja di seluruh Madura</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/06/masyarakat-madura-masa-lalu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pulau Madura</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/06/sejarah-pulau-madura.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/06/sejarah-pulau-madura.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 20:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[pulau madura]]></category>
		<category><![CDATA[sampang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah madura]]></category>
		<category><![CDATA[sumenep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotasampang.wordpress.com/2010/07/15/sejarah-pulau-madura</guid>
		<description><![CDATA[&#160; BANGKALAN Beberapa abad kemudian, diceritakan, bahwa ada suatu negara yang disebut Mendangkamulan dan berkuasalah seorang Raja yang bernama Sangyangtunggal.... <a href="http://sampang.web.id/2011/06/sejarah-pulau-madura.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<ul style="list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin: 0; padding: 0;">
<li style="list-style-type: disc; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin: 0 0 0 15px; padding: 0;">
<h2 style="font-size: 15px; font-weight: bold; margin: 0 0 10px; padding: 0;"><strong>BANGKALAN</strong></h2>
</li>
</ul>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Beberapa abad kemudian, diceritakan, bahwa ada suatu negara yang disebut Mendangkamulan dan berkuasalah seorang Raja yang bernama Sangyangtunggal. Waktu itu pulau Madura merupakan pulau yang terpecah belah, Yang tampak ialah Gunung Geger di daerah Bangkalan dan Gunung Pajudan didaerah Sumenep.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Diceritakan selanjutnya bahwa raja mempunyai anak gadis bernama Bendoro Gung. Yang pada suatu hari hamil dan diketahui Ayahnya. Raja amat marah dan menyuruh Patihnya yang bernama Pranggulang untuk membunuh anaknya itu. Karena itu ia tidak melanjutkan untuk membunuh anak Raja itu tetapi ia memilih lebih baik tidak kembali ke Kerajaan. Pada saat itu ia merubah nama dirinya dengan Kijahi Poleng dan pakaiannya di ganti juga dengan Poleng (Arti Poleng,kain tenun Madura). Dan gadis yang hamil itu didudukkan di atasnya, serta gitek itu di hanyutkan menuju ke Pulau “Madu Oro”.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Pada saat si gadis hamil itu merasa perutnya sakit dan segera ia memanggil Kijahi Poleng. Tidak antara lama Kijahi Poleng datang dan ia mengatakan bahwa Bendoro Gung akan melahirkan anak. Dengan demikian ibu dan anak tersebut menjadi penduduk pertama dari Pulau Madura.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Perahu-perahu yang banyak berlayar di Pulau Madura sering melihat adanya cahaya yang terang ditempat dimana Raden Segoro berdiam, dan seringkali perahu-perahu itu berhenti berlabuh dan mengadakan selamatan ditempat itu. Selain daripada itu para pengunjung memberikan hadiah-hadiah kepada Ibu Raden Segoro maupun kepada anak itu sendiri. Ibunya merasa sangat takut pula karena itu ia memanggil kijahi Poleng. Kijahi poleng mengajak Raden Segoro untuk pergi ketepi pantai.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Pada saat itu memang benar datanglah 2 ekor ular raksasa dan Kijahi Poleng menyuruh Raden Segoro supaya 2 ekor ular itu didekati dan selanjutnya supaya ditangkap dan dibanting ke tanah. Tombak itu oleh Kijahi Poleng diberi nama Si Nenggolo dan Si Aluquro. Sesampainya Patih tersebut di Madura, ia terus menjumpai Raden Segoro dan mengemukakan kehendak Rajanya. Ibu Raden Segoro mendatangkan Kijahi Poleng dan minta pendapatnya, apakah kehendak raja dikabulkan atau tidak.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Raden Segoro berangkat dengan membawa senjata si Nenggolo. Akhirnya Raja Mendangkamulan atas bantuan Raden Segoro menang didalam peperangan dengan tentara Cina dan setelah itu Raja mengadakan Pesta besar karena dapat mengusir musuhnya. Raja bermaksud mengambil Raden Segoro sebagai anak mantunya. Raden Segoro minta ijin dahulu untuk pulang ingin menanyakan kepada ibunya. Pada saat itu pula ibu dan anaknya lenyaplah dan rumahnya disebut Keraton Nepa. Karena itu sampai sekarang 2 tombak itu menjadi Pusaka Bangkalan.</p>
<ul style="list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin: 0; padding: 0;">
<li style="list-style-type: disc; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin: 0 0 0 15px; padding: 0;">
<h2 style="font-size: 15px; font-weight: bold; margin: 0 0 10px; padding: 0;"><strong>SAMPANG</strong></h2>
</li>
</ul>
<p>Pada Zaman Majapahit di Sampang ditempatkan seorang Kamituwo yang pangkatnya hanya sebagai patih, jadi boleh dikatakan kepatihan yang berdiri sendiri. Sewaktu Majapahit mulai mundur di Sampang berkuasa Ario Lembu Peteng, Putera Raja Majapahit dengan Puteri Campa.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Yang mengganti Kamituwo di Sampang adalah putera yang tertua ialah Ario Menger yang keratonnya tetap di Madekan. Menurut cerita Demang terus berjalan kearah Barat Daya diperjalanan ia makan ala kadarnya daun-daun, buah-buahan dan apa saja yang dapat dimakan, dan kalau malam ia tertidur dihutan dimana ia dapat berteduh.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Perempuan tua itu menjawab bahwa pohon yang dimaksud letaknya didesa Palakaran tidak beberapa jauh dari tempat itu. Dengan diantar perempuan tua tersebut Demang terus menuju kedesa Palakaran dan diiringi oleh beberapa orang yang bertemu diperjalanan.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Pada sauatu saat Demang Palakaran bermimpi bahwa kemudian hari yang akan menggantikan dirinya ialah Kiyahi Pragalbo yang akan menurunkan pemimpin-pemimpin masyarakat yang baik, putera yang tertua Pramono oleh ayahnya disuruh bertempat tinggal di Sampang dan memimpin pemerintah dikota itu.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Ia kawin dengan puteri Wonorono di Pamekasan karena itu ia juga menguasai Pamekasan jadi berarti Sampang dan Pamekasan bernaung dalam satu kerajaan, demikian pula sewaktu Nugeroho (Bonorogo) menggantikan ayahnya yang berkeraton di Pamekasan dua daerah itu masih dibawah satu kekuasaan, setelah kekuasaan Bonorogo Sampang terpisah lagi dengan Pamekasan yang masing-masing dikuasai oleh Adipati Pamadekan (Sampang) dan Pamekasan dikuasai oleh Panembahan Ronggo Sukawati, kedua-duanya putera Bonerogo.</p>
<ul style="list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin: 0; padding: 0;">
<li style="list-style-type: disc; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin: 0 0 0 15px; padding: 0;">
<h2 style="font-size: 15px; font-weight: bold; margin: 0 0 10px; padding: 0;"><strong>PAMEKASAN</strong></h2>
</li>
</ul>
<p>Kabupaten Pamekasan lahir dari proses sejarah yang cukup panjang. Begitu juga munculnya sejarah pemerintahan di Pamekasan sangat jarang ditemukan bukti-bukti tertulis apalagi prasasti yang menjelaskan tentang kapan dan bagaimana keberadaannya.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Diperkirakan, Pamekasan merupakan bagian dari pemerintahan Madura di Sumenep yang telah berdiri sejak pengangkatan Arya Wiraraja pada tanggal 13 Oktober 1268 oleh Kertanegara. Jika pemerintahan lokal Pamekasan lahir pada abad 15, tidak dapat disangkal bahwa kabupaten ini lahir pada jaman kegelapan Majapahit yaitu pada saat daerah-daerah pesisir di wilayah kekuasaan Majapahit mulai merintis berdirinya pemerintahan sendiri.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Terungkapnya sejarah pemerintahan di Pamekasan semakin ada titik terang setelah berhasilnya invansi Mataram ke Madura dan merintis pemerintahan lokal dibawah pengawasan Mataram. Hal ini dikisahkan dalam beberapa karya tulis seperti Babad Mataram dan Sejarah Dalem serta telah adanya beberapa penelitian sejarah oleh Sarjana barat yang lebih banyak dikaitkan dengan perkembangan sosial dan agama, khususnya perkembangan Islam di Pulau Jawa dan Madura, seperti Graaf dan TH.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Masa-masa berikutnya yaitu masa-masa yang lebih cerah sebab telah banyak tulisan berupa hasil penelitian yang didasarkan pada tulisan-tulisan sejarah Madura termasuk Pamekasan dari segi pemerintahan, politik, ekonomi, sosial dan agama, mulai dari masuknya pengaruh Mataram khususnya dalam pemerintahan Madura Barat (Bangkalan dan Pamekasan), masa campur tangan pemerintahan Belanda yang sempat menimbulkan pro dan kontra bagi para Penguasa Madura, dan menimbulkan peperangan Pangeran Trunojoyo dan Ke’ Lesap, dan terakhir pada saat terjadinya pemerintahan kolonial Belanda di Madura.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Hal ini terbukti dengan banyaknya penguasa Madura yang dimanfaatkan oleh Belanda untuk memadamkan beberapa pemberontakan di Nusantara yang dianggap merugikan pemerintahan kolonial dan penggunaan tenaga kerja Madura untuk kepentingan perkembangan ekonomi Kolonial pada beberapa perusahaan Barat yang ada didaerah Jawa, khususnya Jawa Timur bagian timur (Karisidenan Basuki).</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Tenaga kerja Madura dimanfaatkan sebagai tenaga buruh pada beberapa perkebunan Belanda. Orang-orang Pamekasan sendiri pada akhirnya banyak hijrah dan menetap di daerah Bondowoso. Perkembangan Pamekasan, walaupun tidak terlalu banyak bukti tertulis berupa manuskrip ataupun inskripsi nampaknya memiliki peran yang cukup penting pada pertumbuhan kesadaran kebangsaan yang mulai berkembang di negara kita pada zaman Kebangkitan dan Pergerakan Nasional.</p>
<ul style="list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin: 0; padding: 0;">
<li style="list-style-type: disc; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin: 0 0 0 15px; padding: 0;">
<h2 style="font-size: 15px; font-weight: bold; margin: 0 0 10px; padding: 0;"><strong>SUMENEP</strong></h2>
</li>
</ul>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Sumenep merupakan Kabupaten di Jawa Timur yang berada di ujung paling Timur Pulau Madura, bisa dibilang sebagai salah satu kawasan yang terpenting dalam sejarah Madura. Kita dapat menjumpai situs-situs kebudayaan yang sampai hari ini masih menjadi obyek pariwisata.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Di Kabupaten itu pula, banyak terpencar pulau-pulau kecil yang kaya akan sumber daya alam dan hasil pertanian. Bahkan, kabupaten ini penuh dengan sejarah raja-raja yang sampai sekarang masih menjadi objek wisata menarik untuk bahan tela’ah dan observasi bagi masyarakat. Yang lebih menarik lagi, di kabupaten ini anda akan temukan sebuah pesantren megah, indah nan modern.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Namanya, Pondok Pesantren Al-Amein Prenduan. Sebagai pesantren kader yang mencetak mundzirul qaum, Pesantren ini menjadi bagian sejarah dari Kabupaten Sumenep. Sebagai bukti, kalau kabupaten ini penuh dengan sejarah, bias kita lihat dari pintu gerbang masjid agung yang ada di tengah-tengah kota.</p>
<p style="margin: 0 0 15px; padding: 0;">Sumber : 1001-madura.com</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/06/sejarah-pulau-madura.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SILSILAH PEMERINTAHAN SAMPANG SEJAK 1478 M</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/06/silsilah-pemerintahan-sampang-sejak-1478-m-2.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/06/silsilah-pemerintahan-sampang-sejak-1478-m-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 20:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil Kabupaten Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[sampang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sampang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotasampang.wordpress.com/2010/07/16/silsilah-pemerintahan-sampang-sejak-1478-m-2</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kamituwo di Madegan &#8211; Sampang : Raden Ario Lembu Petteng (1478) Raden Ario Menger Raden Ario Pratikel Raden Ario... <a href="http://sampang.web.id/2011/06/silsilah-pemerintahan-sampang-sejak-1478-m-2.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div><strong>Kamituwo di Madegan &#8211; Sampang :</strong></div>
<div>
<ul>
<li>Raden Ario Lembu Petteng (<strong>1478</strong>)</li>
<li>Raden Ario Menger</li>
<li>Raden Ario Pratikel</li>
<li>Raden Ario Pojok</li>
</ul>
</div>
<div><strong>Penguasa Sampang (status sama dengan kerajaan kecil) :<span id="more-467"></span></strong></div>
<div>
<ul>
<li>Adipati Pramono &#8230;&#8230;. <strong>- &#8230;&#8230;..</strong></li>
<li>Adipati Bonorogo <strong>&#8230;.. &#8211; 1530</strong></li>
<li>Pangeran Sidhing Gili <strong>1531 &#8211; 1592</strong></li>
<li>Adipati Pamedakan <strong>1592 &#8211; 1623</strong></li>
<li>Adipati Merto Sari <strong>1623 &#8211; 1624</strong></li>
</ul>
<div><strong>Kerajaan Madura :</strong></div>
</div>
<div>
<ul>
<li>Pangeran Cakraningrat I ( <em>Raden Praseno,</em> <strong>1624 &#8211; 1648</strong>)</li>
<li>Pangeran Cakraningrat II ( <em>Raden Undakan</em> <strong>1648 &#8211; 1680</strong>), menjadi Raja Madura bagian barat berkeraton di Tonjung Kabupaten Bangkalan</li>
</ul>
<div><strong>Pasca Kerajaan Madura (Penguasa Sampang) :</strong></div>
</div>
<div>
<ul>
<li>Raden Ario Purbonegoro ( <strong>1680</strong> )</li>
<li>Raden Ario Purwonegoro Ganta&#8217;</li>
<li>Raden Ario Purbonegoro ( Raden Demang Panjang Suro )</li>
<li>Raden Tumenggung Purbonegoro / Minggu ( Gung Purbo )</li>
<li>Raden Ario Mloyo Kusumo ( Penguasa terakhir, berdiri sendiri)</li>
</ul>
<div><strong>Zaman Penjajahan Belanda ( terhitung sejak 1 November 1885 ) :</strong></div>
</div>
<ul>
<li>Bupati Pertama ( Tumenggung Ario Kusumoadiningrat <strong>1884 &#8211; &#8230;&#8230;.</strong> )</li>
<li>Bupati Kedua ( Tumenggung Ario Condrokusumo <strong>&#8230;&#8230; &#8211; &#8230;&#8230;</strong> )</li>
<li>Bupati Ketiga ( Adipati Secoadiningrat <strong>&#8230;&#8230;. &#8211; 1913</strong> )</li>
<li>Bupati Keempat ( Tumenggung Ario Suryowinoto <strong>1913 &#8211; 1918</strong> )</li>
<li>Bupati Kelima ( Tumenggung Ario Kertoamiprojo <strong>1918 &#8211; 1923</strong> )</li>
<li>Bupati Keenam ( Tumenggung Ario Sosrowinoto <strong>1923 &#8211; 1931</strong> )</li>
<li>Sampang berstatus kawedanan (<strong>1931 &#8211; 1942</strong>)</li>
</ul>
<div><strong>Zaman Pendudukan Militer Jepang :</strong></div>
<div>
<ul>
<li>Sampang dalam pendudukan jepang berstatus kawedanan (<strong>1942 &#8211; 1945</strong>)</li>
<li>Wedana Raden Abdul Gafur</li>
</ul>
<div><strong>Masa Kemerdekaan R.I 17 Agustus 1945 :</strong></div>
</div>
<div>
<ul>
<li>Sampang berstatus kawedanan</li>
<li>Wedana Raden Abdul Gafur</li>
<li>Negara Madura (<strong>20 Februari 1948 &#8211; 4 Maret 1950</strong>)</li>
<li>Sampang berstatus Kabupaten</li>
<li>Bupati Raden Panji Muhammad Saleh Kusumowinoto (<strong>1948 &#8211; 1950</strong>)</li>
</ul>
<div><strong>Kembali ke Pemerintahan R.I </strong></div>
</div>
<div><strong>Madura bergabung dengan Negara Kesatuan R.I tanggal 9 Maret 1950</strong></div>
<div><strong>Sampang Berstatus Kabupaten :</strong></div>
<div>
<ul>
<li>Bupati Pertama (RT. Moh. Iksan <strong>1950 &#8211; 1952</strong>)</li>
<li>Bupati Kedua ( R. Suharjo <strong>1953 &#8211; 1956</strong>)</li>
<li>Bupati Ketiga ( K.H. Achmad Zaini <strong>1957 &#8211; 1959</strong>)</li>
<li>Bupati Keempat (M. Walihadi <strong>1960 &#8211; 1965</strong>)</li>
<li>Bupati Kelima ( Faudzan Hafidz Suroso, B.A <strong>1966 &#8211; 1971</strong>)</li>
<li>Bupati Keenam (Jusuf Oenik <strong>1971 &#8211; 1978</strong>)</li>
<li>Bupati Ketujuh (Mursim <strong>1978 &#8211; 1985</strong>)</li>
<li>Bupati Kedelapan (Makbul <strong>1985 &#8211; 1990</strong>)</li>
<li>Bupati Kesembilan(R. Bagus Hinayana <strong>1990 &#8211; 1995</strong>)</li>
<li>Bupati Kesepuluh (Fadhilah Budiono, periode pertama <strong>1995 &#8211; 2000</strong>)</li>
<li>(periode kedua <strong>2001 &#8211; 2006</strong>)</li>
<li>Bupati Kesebelas (Noer Tjahja <strong>2008 &#8211; sekarang</strong>)</li>
</ul>
<div style="text-align: center;"><a style="color: #ff0000;" href="http://www.kenapajuga.blogspot.com">KenapaJuga.blogspot.com</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/06/silsilah-pemerintahan-sampang-sejak-1478-m-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Indobilling Server Client v6.7</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/05/download-indobilling-server-client-v6-7.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/05/download-indobilling-server-client-v6-7.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 03:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Billing Warnet]]></category>
		<category><![CDATA[indobilling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotasampang.wordpress.com/2010/07/15/download-indobilling-server-client-v6-7</guid>
		<description><![CDATA[Download pass:komodo]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" src="https://lh4.googleusercontent.com/-XzSyJiXKRvY/Ta27kOCu5BI/AAAAAAAABJ8/tE2Bbwjm798/billing-warnet-300x229.jpg" alt="billing warnet 300x229 Download Indobilling Server Client v6.7" width="300" height="229" title="Download Indobilling Server Client v6.7" /></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.indowebster.com/indobilling_v67_plus_cara_install_n_crack.html"><span style="color: #ff0000;">Download</span></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #33cc00;">pass:komodo</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/05/download-indobilling-server-client-v6-7.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Billing-Explorer Ver Deskpro 6 2007 F.09</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/05/billing-explorer-ver-deskpro-6-2007-f-09.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/05/billing-explorer-ver-deskpro-6-2007-f-09.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 15:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Billing Warnet]]></category>
		<category><![CDATA[Billing-Explorer]]></category>
		<category><![CDATA[indobilling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotasampang.wordpress.com/2010/07/13/billing-explorer-ver-deskpro-6-2007-f-09</guid>
		<description><![CDATA[Release date 29/07/08 Setelah sekian lama vakum akan project BEX, kali ini KJTeam meluncurkan kembali keygen BEX F.09. Yang direlease... <a href="http://sampang.web.id/2011/05/billing-explorer-ver-deskpro-6-2007-f-09.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Release date 29/07/08<a href="http://i36.tinypic.com/2d8kttx.jpg"><img src="http://i36.tinypic.com/2d8kttx.jpg" alt="2d8kttx Billing Explorer Ver Deskpro 6 2007 F.09" border="0" title="Billing Explorer Ver Deskpro 6 2007 F.09" /></a><br />
Setelah sekian lama vakum akan project BEX,<span class="fullpost"> kali ini KJTeam meluncurkan kembali keygen BEX F.09. Yang direlease kali ini adalah tipe Server Client Windows. Hanya saja Keygennya hanya bisa dijalankan di Linux 64 bit. Kenapa? Karena kami tidak ingin seperti release² yg terdahulunya. Oleh pihak ke3 disalahgunakan tuk mencari keuntungan semata. Padahal maksud kami hanya untuk membantu orang² yg ingin/punya net kecil²an.<br />
Bila Anda Membutuhkan</p>
<p>http://kocokjaya.com/software/billing-explorer-ver-deskpro-6-2007-f09.html</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/05/billing-explorer-ver-deskpro-6-2007-f-09.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musik Daoll Combo/Ul-Daol Kabupaten Sampang</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/05/musik-daoll-comboul-daol-kabupaten-sampang.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/05/musik-daoll-comboul-daol-kabupaten-sampang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 03:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya madura]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[sampang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotasampang.wordpress.com/2010/07/12/musik-daoll-comboul-daol-kabupaten-sampang</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Masyarakat Sampang kehadiran musik tradisional Daoll Combo (lebih populer Ul-Daol) membawa kebahagian tersendiri. Pasalnya, musik tradisional ini telah dikombiansi... <a href="http://sampang.web.id/2011/05/musik-daoll-comboul-daol-kabupaten-sampang.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi Masyarakat Sampang kehadiran musik tradisional Daoll Combo (lebih populer Ul-Daol) membawa kebahagian tersendiri. Pasalnya, musik tradisional ini telah dikombiansi melalui alat-alat musik tradisonal yang menunjang bisa membawakan lagu lebih variatif dan bisa menyenagkan pendengar. Seperti lagu dangdut atau lagu daerah.<br />
Pada awalnya musik Daoll Combo ini merupakan tradisi masyarakat Madura secara umum di gelar menjelang waktu saur di bulan Puasa/Ramadhan. Masyarakat keliling kampung sambil membangunkan penghuni untuk saur.<br />
Gejala masyarakat Sampang untuk menghidupkan tradisi musik ini akhirnya tidak bisa dibendung. Masyarkat lain mulai tertarik untuk membuat group musik Ul-Daul. Setiap group seperti berlomba untuk tampil lebih aktraktif dan indah dekorasinya dari group lainnya.<span class="fullpost"><br />
Gejala ini akhirnya direspons oleh lembaga-lembaga sosial mengambil inisiatif untuk membina melalui Festival Musik Daoll combo/Ul-Daol.<br />
Menurut keterangan yang diperoleh, menyebutkan bahwa festival musik tradisional dilakukan setiap 7Hari setelah Hari Raya Idul Fitri atau lebih di kenal Hari Raya Ketupat..Tempat perlombaan diadakan di jantung kota sampang.<br />
Dalam festival musik Ul-Daol hadiah tidak menjadi prioritas. Layaknya kerapan sapi. Kalau dihitung dengan anggara biaya sebelum lomba, hadiah yang diperoleh tidak sepadan. Hadiah nampak bukan ukuran, tapi gengsi group yang menjadi prioritas. &#8220;Saya bangga kalau group kami meraih juara. Bukan karena hadiah lomba, tapi prestasi kelompok group dan pimpinannya&#8221; jelas H.Nur Hasan salah satu pimpinan group Ul-Daol.<br />
Biaya alat-alat musik setiap group bisa menghabiskan biaya dua juta lebih. Biaya itu untuk melengkapi seragam peserta, alat-alat musik dan peralatan dekorasi yang menonjolkan aksesoris.<br />
Satu group terdiri dari dua puluh lima anggota dan setiap anggota di jatah seragam. Alat musik Ul-Daol terdiri dari tong-tong, drom minyak, botol diisi air, anklong, bonang, terbang dan gong. Lagu-lagunya mengambil lagu dangdut disesuaikan dengan variasi musik atau lagu daerah.<br />
Hakim salah satu peserta group musik Ul-Daol, mengaku sebelum lomba diadakan melakukan persiapan jauh hari sebelumnya. Manurutnya, setiap latihan menghabiskan biaya kurang lebih seratus ribu. Biaya ditanggung pimpinan kelompok.<br />
Group Ul-Daol Permata Baru pimpinan Bapak Haji Nur Hasan Kota sampang, merawat pembiayaan group biaya satu juta dua ratus ribu. Kelompok, melakukan latihan setiap minggu dua kali. Dalam latihan itu menghabiskan biaya sertaus ribu untuk biaya pelatih dan konsumsi anggota. Latihannya untuk mengatur keserasian musik lagu dan tarian. Karena yang menonjol dalam penilaian setiap perlombaan yaitu antar lagu yang dibawakan.<br />
Perlombaan musik Ul-Daul dilakukan saat malam hari. Dekorasi group dan kerapian anggota serta kreativitas peserta dalam membawakan lagu ditonjolkan.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/05/musik-daoll-comboul-daol-kabupaten-sampang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Garam Pangarengan</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/05/garam.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/05/garam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 10:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata sampang]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[sampang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sampang.web.id/?p=2122</guid>
		<description><![CDATA[Merupakan daerah penghasil garam terbaik di Pulau Madura dengan luas Area terbesar di Kabupaten Sampang . Dengan menempuh jarak 6... <a href="http://sampang.web.id/2011/05/garam.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merupakan daerah penghasil garam terbaik di Pulau Madura dengan luas Area terbesar di Kabupaten Sampang . Dengan menempuh jarak 6 km ke arah selatan Kota Sampang Anda bisa menyaksikan aktivitas para petani Garam di musim panen,serta kegiatan pengolahan garam di pabrik garam Pangarengan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/05/garam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Alam Waduk Klampis</title>
		<link>http://sampang.web.id/2011/05/wisata-alam-waduk-klampis.html</link>
		<comments>http://sampang.web.id/2011/05/wisata-alam-waduk-klampis.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 09:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata sampang]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[pulau madura]]></category>
		<category><![CDATA[sampang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sampang.web.id/?p=2058</guid>
		<description><![CDATA[Terletak di Desa Kramat Kec. Kedundung kurang lebih 6 km ke arah utara Kota Sampang , di bangun pada tahun... <a href="http://sampang.web.id/2011/05/wisata-alam-waduk-klampis.html" class="more-link">more</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terletak di Desa Kramat Kec. Kedundung kurang lebih 6 km ke arah utara Kota Sampang , di bangun pada tahun 1976. Fungsi utamanya adalah untuk irigasi sawah di Kabupaten Sampang kondisi alam yang masih alami di kelilingi perbukitan, tebing, dan hutan cocok untuk kegiatan bercamping  dan outbond.</p>
<p>Saat musim penghujan dan volume air debit air maksimal dapat terlihat keindahan aliran deras air trjun Waduk yang unik , tidak cukup itu pemandangan area pematang sawah dan aliran irigasi yang teratur serta petani setempat yang sedang menanam padi dan tembakau di sepanjang jalan menuju Waduk Klampis mencerminkan suasana kondisi pertanian Madura yang Khas.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sampang.web.id/2011/05/wisata-alam-waduk-klampis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.589 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-20 20:40:02 -->
<!-- Compression = gzip -->
