Beranda Seni Masjid Madegan Sampang

Masjid Madegan Sampang

56
0

Manjadi Arena sumpah Pocong

Persengketaan yg sulit dicari Penyelesaiannya karena sulitnya pembuktian, biasanya mendorong Orang untuk mencari penyelesaian dengan cara bersumpah. namun, tidak di sembarang tempat orang dapat puas dan yakin untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Dan Tempat yang di percayai banyak orang sebagai tempat yg ampuh adalah Masjid Madegan Sampang Madura.

Menurut sebuah Sumber, Masjid Madegan di bangun oleh Aryo Langgar Cucu Aryo LembuPetteng Seorang Kamituo yang waktu itu berkuasa di Sampang.LembuPetteng merupakan Putra Raja Majapahit yang terakhir dari Perkawinannya dengan Putri Campa (salah satu propinsi di negara Kamboja). Yang kemudian belajar kepada Raden Rahmat ( Sunan Ampel ) di Surabaya dan akhirnya meninggal disana.

Sumber lain menyebutkan, Masjid yang terletak di pinggiran Kota Sampang tersebut di bangun pada pemerintahan Cakraningrat IV yang berasal usul pada Ratoh Ebuh Di Bangkalan. Sedangkan Ratoh Ebuh sendiri adalah Putri Sunan Giri yang di nikahi Oleh Raden Praseno, Yang bergelar Cakraningrat I. Meskipun belum di ketahui secara pasti siapa dan kapan berdirinya Masjid Madegan , namun tidak dapat di pungkiri bahwa masjid ini memang di bangun oleh Raja yang berkuasa di Sampang.

Hal itu Dapat di buktikan dengan adanya sisa gapura yang masih berdiri kokoh di samping kiri masjid. Raja yang pernah berkuasa di Sampang antara lain : Pangeran Lembu Petteng, Cakra Ningrat I, Raden Aryo Purbonegoro Putra Cakraningrat II, Adi pati Pamadeggen dan Lain-lain. Bukti lain yang memberikan petunjuk bahwa Masjid Madegan didirikan Oleh Raja Sampang adalah terdapatnya pesarean Raja-Raja di sekeliling Masjid. antara lain Pesarean AryoLanggar yang diduga kuat pembangun Masjid Madegan. Kemudian, di belakang Masjid terdapat bangunan congkop yang di dalamnya terdapat makam Raja raja Sedangkan di samping kiri terdapat pula bangunan serupa yang di dalamnya di semayamkan Raden Baharuddin anak Keturunan Ratoh Ebuh Bangkalan anak keturunannya yang lain adalah Moh Noer Mantan Gubenur Jawa Timur.

SUMPAH POCONG

Perihal mengapa Masjid Madegan menjadi terkenal sebagai tempat di lakukan sumpah pocong (  masyarakat Sampang dan sekitarnya menyebut “SOMPA MADEGHEN” ) tidak di ketahui secara pasti. Seperti yang dikatakan Abdul Halim, yang telah bertugas sebagai “penyumpah” selama l5tahun mengaku, tidak mengetahui apa penyebabnya. Menurutnya, dia hanya mewarisi amanah Orang Tuanya .

Hanya saja, menurut Abdul Halim terkenalnya Masjid Madegan sebagai tempat sumpah pocong karena “keampuhannya” mendatankan bala. Lebih lanjut di katakan, ketika ayahnya dulu bertugas menyumpah, mereka yang bersalah akan mendapat bala langsung ketika turun dari Masjid Madegan usai di sumpah. Menurut pengalamannya, kini, Orang yang di sumpah olehnya bisa terkena bala dalam tempo yang bervariasi. ada yang 40 hari, seminggu, sehari semalam, bahkan ada yang belum riba di rumahnya sudah tertimpa bala.

Bentuk Bala yang menimpa mereka adalah kematian. Abdul Halim kemudian menunjuk contoh terbaru yang katanya hanya sehari semalam lalu meninggal dunia  setelah sebelumnya di dahului dengan muntah darah yang hebat. Bentuk Lainnya Ada yang sekujur tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku sehingga tidak bisa berdiri dan terus menerus dalam posisi jongkok. untuk bala yang demikian sulit di sembuhkan kecuali menunggu datangnya kematian. Oleh karena akibat yang fatal itulah, maka Orang yang bersengketa yang datang minta di sumpah tidak begitu saja di layani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here