Beranda Uncategorized Masyarakat Madura Masa Lalu

Masyarakat Madura Masa Lalu

76
2

Masyarakat Madura Masa Lalu
Jika kita telah secara seksama kehidupan nenek moyang kita, khususnya Madura dimasa lampau sangat menarik. Walaupun keadaan serba sederhana dan pola pikirnya primitif, namun mereka mampu menciptakan suasanatenang dan damai. Masyarakat hidup rukun ekonominya cukup sejahtera, melakukan ibadah aman tanpa sedikitpun gangguan.

Keadaan alam yang masih utuh, hutan lebat, sawah dan tapak menghijau dan sangat menunjang kemakmuran ekonomi rakyat. Dalam hal mencari ilmu pada umumnya berguru pada seseorang yang dianggap uat ilmu agamanya, bertahun – tahun mereka tekun belajar ilmu selama itu pula patuh kepada sang guru segala apa yang di perintahkan. Setelah sekian lama memperdalam ilmu yang dimaksud dari alim ulama, mereka menerapkan ilmunya dengan melakukan semedi atau bertapa guna senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT Sang Maha Pencipta. Dipilihlah gua, bukit ataupun gunung sebagai tempat bertapa yang sulit dijangkau, agar tak diganggu oleh kebisingan khalayak ramai. Dengan demikian konsentrasi bermunajat lebih kuat, permohonan lebih mudah di kabulkan. Sekembalinya dari bertapa diantara mereka ada yang membaur dengan masyarakat sekitar pula yang membuka permukiman baru. Berkat upayanya yang sungguh – sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka kadar kualitasnya pun jauh berbeda dengan orang kebanyakan banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Derajatnya tinggi mempunyai kharisma dan kesaktiannya luar biasa. Bahkan apa yang mereka katakan baik peristiwa saat itu maupun kejadian yang akan datang sering terbukti dengan izin Allah ” Mandhi dabhu ” (bahasa Madura) dalam bahasa indonesia diartikan perkataan yang selalu terbukti. Buyut (dalam bahasa madura disebut juga Buju’) atau walyullah itu antara lain seperti ” KHOTIB MANTOH “, ” PANJI LARAS ” di Madegan, ” RADEN KABUL ” di Kelurahan Gunung sekar, ” NAPO ” di kecamatan Omben, ” ABDUL ALAM ” di desa Prajjan kecamatan Camplong, ” NYAMPLONG ” di kecamatan Ketapang, ” ANGGRIS ” di kecamatan Robatal. Dan bagaimana kehidupan masyarakat lainnya pada jaman sampang kuno ? selain mereka khusyuk memperdalam ilmu agama mereka juga masyarakat pekerja keras mengolah hasil laut, hasil bumi dan potensi lokal yang terus mereka kembangkan menjadi penunjang ekonomi, budaya dan kesenian – kesenian daerah, terbukti dengan adanya situs – situs peninggalan, kesenian dan adat istiadat yang masih terus lestari sampai saat ini.

Hidup dengan kesederhanaan tak membuat masyarakat sampang kuno berkecil hati tapi mereka berusaha untuk terus membangun pribadi yang kokoh dan peradaban yang mampu di kenal hingga ke luar pulau Madura hingga sampai suatu saat banyak orang – orang dari keturunan Raja – raja ditanah Jawa menginjakkan kaki di tanah Madura khususnya sampang dengan tujuan untuk memperdalam ilmu – ilmu ataupun memperluas wilayah kerajaan, hingga akhirnya menetap dan mulai membangun kerajaan – kerajaan kecil untuk kemudian hari memerintah sampang dan cikal bakal keturunan Raja di seluruh Madura

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here