Beranda Hobi SELAYANG PANDANG KOTA SAMPANG

SELAYANG PANDANG KOTA SAMPANG

81
0
BERBAGI

Oreng Sampang– Kabupaten Sampang adalah daerah agraris. penduduknya yang tersebar di 14 kecamatan umumnya adalah bercocok tanam.Dan ada 2 pesisir yang berada di daerah utara dan daerah selatan dengan satu pulau, dimana penduduknya hidup sebagai nelayan. Penduduk yang berada di daerah ibukota pada tiap – tiap kecamatan umumnya berpenghasilan sebagai pegawai negeri sipil dan sisanya sebagai pedagang. Batas wilayah kota sampang adalah sebagai berikut : sebelah utara : Pesisir utara terdiri dari Kecamatan Ketapang, Kecamatan
Sokobanah, dan Kecamatan Banyuates sebelah timur : Kecamatan Omben, Kecamatan Camplong sebelah selatan : Pesisir selatan terdiri dari Kecamatan sampang, dan satu
pulau (Pulau Mandangin)
ditinjau dari aspek jistori, kultural dan paparan sejarah, disampang tersimpan nilai – nilai luhur, terpendam norma – norma keagungan yang amat sakral dan potensial. Adanya peninggalan kuno yang mengandung nilai – nilai sejarah terdapat di beberapa situs yang tyersebar di Kabupaten Sampang khususnya di Kecamatan Sampang merupakan bahan penopang sejarah yang dapat dijadikan objek penelitian untuk membuktikan kebenaran sejarah. Hal itu dapat dibuktikan, setelah Pemerintah Kabupaten Sampang mengadakan proyek kebudayaan dengan melakukan penelitian kepurbakalaan yang dilaksanakan pada tahun 1982, tim proyek dipimpin oleh Drs. Goenardi Bramantyo pakar sejarah dari IKIP Malang. Hasil penelitian tim proyek tersebut berhasil menemukan bukti – bukti fisik di lapangan. Beberapa bukti fisik yang berhasil diungkap, diperoleh dari diskripsi ilmiah dengan mengambil cuplikan yang disusun oleh pakar sejarah dari negeri Belanda, antara lain :

  1. Palmer Van Den Brook, Geschide Nis Van Verstenhuis Van Madura,Tahun 1973 halaman 241 – 301 dan halaman 471 – 563 tahun 1875 halaman 280 – 310
  2. L.W.C Van Den Berg, De Inland Scherangenen Titels Op Java En Madura, Tahun 1873 halaman 291 – 305
  3. R. Mauren Breehen, Cakraningrat Verstenhuis Van Madura, tahun 1879 halaman 291 – 305
  4. H.J. De Grraf, De Op Komst Van R. Trunojoyo, tahun 1940

berdasarkan cuplikan dari referensi tersebut, terdapat 6 bukti fisik yang berhasil diungkapkan dengan adanya Sangkalamemet yaitu :

  1. Sangkalamemet yang terdapat di situs Sumur Dhaksan di Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang yang berbunyi ” KUDO KALIH NGRANGSANG ING BUTO “ atau ” KUDO TARUNG BUTO ING TENGAH “757 Tahun Saka atau 835 Tahun Masehi.
  2. Sangkalamemet pada situs Buju’ (makam yang dikeramatkan) Nandi di desa Kamuning Sampang berbunyi ” NAGARA GATA BHUWANA AGONG “ berarti menunjukkan, 1151 Tahun Saka atau 1229 Tahun Masehi.
  3. Candrasangkala pada situs Pangeran Bangsacara di Pulau Mandangin Sampang berupa ukiran angka yang menunjukkan tahun1305 Saka atau 1383 Masehi.
  4. Candrasangkala pada situs Pangeran Santomerto, Kampung Takobuh Kecamatan Sampang dalam lambang huruf arab yang berarti1496 Tahun Saka atau 1574 Tahun Masehi.
  5. Candrasangkala pada situs Pangeran Trunojoyo, di Jl. Pahlawan Gg VIII kelurahan rongtengah kecamatan sampang yang ditulis dengan huruf Arab berbunyi ” NAGA JATMA PANDITO BUMI “ berarti 1678 tahun Saka atau 1756 tahun masehi.
  6. Selain menurut data arkeologi dan pakar sejarah dari Belanda bernama Holwerda bahwa situs makan Ratu Ibu di kampung Madegan kelurahan polgan disitu ada gapura Praduraksa dimana daun pintunya terdapat relief berupa seekor Naga yang tembus sampai ke ekor. Ia menginterpretasikan relief tersebut sebagai Sangkalamemet itu merupakan peristiwa pengangkatan Raden Praseno sebagai Raja Madura dengan gelar Pangeran Cakraningrat I.

Selain itu juga ditemukan beberapa prasasti antara lain :

  1. Lingga yang bertuliskan huruf jawa sebanya 7 baris pada pada situs buju’ Nandi. Baris pertama memuat angka tahun 1301 Saka atau 1379 tahun masehi, sedangkan baris ketujuh bertuliskan ” NAGA GATA BUWANA AGONG ” yang menunjukkan 1151 tahun Saka atau 1229 Tahun masehi, namun sayang Lingga itu sudah tidak ditemukan lagi entah karena proses alam atau ulah tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab.
  2. Pada pintu gerbang makam Pangeran Santomerto terdapat prasasti huruf jawa yang berbunyi ” WAKTUNE GAPURA WARSA IBU “ berarti 1496 tahun Saka atau 1574 Tahun masehi.

Hal lain yang diperoleh dari hasil penelitian adalah berupa Candrasangkala dan prasasti peninggalan kuno bernilai sejarah, kemudian temuan iyu meyakinkan tentang kebenaran sejarah pada masa silam terdapat pemerintahan berstruktur di Sampang. Pertama kali muncul suatu pemerintahan di desa Madegan Sampang yang dipimpin oleh seorang Kamituwo bernama Raden Ario Lembu Peteng, pemerintahan desa itu berjalan hingga mengalami beberapa pergantian Kamituwo. Kemudian berlanjutmenjadi suatu pemerintahan daerah yang dipimpin oleh penguasa daerah yang disebut Adipati. Seorang Adipati layaknya seorang raja yang berkuasa dalam suatu kerajaan kecil. Setelah mengalami beberapa pergantian penguasa, Sampang bahkan seluruh Madura ditaklukkan oleh kerajaan Mataram.
Tiada lama kemudian terbentuklah suatu kerajaan yang lenih luas dipimpin oleh seorang Raja bernama Raden Praseno sebagai Raja Madura dengan gelar Pangeran Cakraningrat I yang wilayah kekuasaannya mencakup seluruh Madura.
Penobatan Pangeran Cakraningrat I oleh masyarakat Sampang ditetapkan sebagai “Hari Jadi Kota Sampang“? Peristiwa itu terjadi pada tahun 1624 masehi yang kini menjadi kebanggaan masyarakat sampang. Beliau putra Arosbaya sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Bangkalan, bernama Pangeran Tengah dan ibunya Ratu Ibu Madegan Sampang, juga mempunyai cucu bernama Raden Trunojoyo. Nama tersebut terkenal di seluruh Indonesia karena perjuangannya memrangi kedholiman dan ikut andil membela Nusa dan Bangsa mengusir penjajah dari Bumi Nusantara.

KenapaJuga.blogspot.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here